Senin, 07 Maret 2016

Review tentang Puisi dan cerpen



Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna. Di dalam puisi itu ada struktur fisik puisi yaitu perwajahan puisi (Tipografi), diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, rima/irama, dan struktur batin puisi yaitu tema/makna, rasa, nada dan amanat.
            Puisi yang saya buat pertama  itu cukup menarik, karena memudahkan para pembaca untuk mengetahui secara langsung pesan yang ingin di sampaikan penulis pada puisi tersebut, hanya saja kurang dalam hal kata konkret yaitu bahasanya kurang padat, diksinya terlalu sedikit, pesannya mudah di tebak oleh pembaca dan judul puisinya mungkin kurang menarik karena permasalahan saya, cukup sulit untuk menentukan judul yang sangat menarik. Sedangkan puisi yang saya buat kedua itu puisi copy the master dari punya teman, saya membuat lebih banyak diksi karena menyesuaikan dengan puisi aslinya yang diksinya sangat minim sekali. Menurut penilaian saya, secara keseluruhan sudah cukup bagus. Mungkin beda orang, beda juga pendapat dan pemahaman masing-masing jadi beda juga penilaian dan pemikirannya.
            Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella dan novel.
Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Atau pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja.
            Ciri-ciri cerpen itu yaitu jalan ceritanya lebih pendek dari novel, sebuah cerpen memiliki jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000 (10 ribu) kata, biasanya isi cerita cerpen berasal dari kehidupan sehari-hari, tidak menggambarkan semua kisah para tokohnya, hal ini karena dalam cerpen yang digambarkan hanyalah inti sarinya saja, tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami masalah atau suatu konflik hingga pada tahap penyelesaiannya, pemakaian kata yang sederhana serta ekonomis dan mudah dikenal pembaca, kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut sangat mendalam sehingga pembaca dapat ikut merasakan kisah dari cerita tersebut, biasanya hanya 1 kejadian saja yang diceritakan, memiliki alur cerita tunggal dan lurus, penokohan pada cerpen sangatlah sederhana, tidak mendalam serta singkat.
Cerpen yang saya buat itu, saya rasa sudah cukup sesuai dengan kriteria dalam pembuatan cerpen, hanya saja dalam cerpen-cerpen tersebut judulnya tidak padat, tidak membuat pembaca penasaran sehingga isi dari cerpen itu mudah di tebak oleh para pembaca.
Mungkin setiap orang tidak ada yang sempurna pasti punya kekurangan dan kelebihan masing-masing, jadi walaupun begitu ambil dan pergunakan manfaat dari pesan yang di sampaikan penulis dan buang yang tidak bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar