Kamis, 17 Maret 2016

Rancangan Scientific Writing



SCIENTIFIC WRITING
Planning (Perencanaan)
Dalam pembuatan karya ilmiah pasti ada tahap perencanaan atau tahap persiapan penulisan, yang akan dilakukan agar dalam penulisan karya tersebut lebih terarah atau teratur. Bagaimana seperti yang sering kita lihat kegiatan menulis bukanlah suatu kegiatan yang kebetulan, melainkan memang telah direncanakan untuk menghasilkan sebuah penulisan karangan ilmiah yang baik, seorang penulis harus merencanakannya dengan matang. Beberapa langkah yang harus dilalui meliputi : pemilihan topik, pembatasan topik, pemilihan judul, menentukan tujuan penulisan, menentukan bahan penulisan, menentukan kerangka karangan, langkah-langkah penulisan ilmiah, tahap pemeriksaan atau penyuntingan konsep (editing), dan tahap penyajian.
Jurnal yang saya baca dan saya jadikan sebagai bahan acuan adalah penelitian oleh Nina Nurhasanah yang berjudul “Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia” dari Universitas Esa Unggul Jakarta. Di sana dia membahas mengenai pengertian bahasa, bahasa indonesia, bahasa gaul, tujuan penulisan, hasil dan Pembahasan, fungsi bahasa, bahasa Indonesia, bahasa gaul, struktur bahasa gaul, pengunaan awalan e, kombinasi k, a, g, contoh bahasa gaul, pengaruh penggunaan bahasa gaul terhadap eksistensi bahasa Indonesia, cara mengatasi perkembangan dan pemakaian bahasa gaul terhadap remaja, dan pentingnya berbahasa Indonesia. Berikut sedikit pemaparan mengenai jurnal yang dibuat Nina Nurhasanah.
 Bahasa adalah identitas dari suatu negara ataupun wilayah yang digunakan sebagai alat komunikasi utama. Setiap orang membutuhkan bahasa ketika berinteraksi, mengungkapkan ide dan pendapat serta hubungan sosial lainnya.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kita pakai sehari-hari dan juga bahasa resmi negara kita. Dalam penggunaannya, bahasa Indonesia mempunyai beberapa aturan yang harus ditaati agar kita bisa menggunakannya dengan baik dan benar.
Bahasa gaul adalah gaya bahasa yang merupakan perkembangan atau modifikasi dari berbagai macam bahasa, termasuk bahasa Indonesia sehingga bahasa gaul tidak memiliki sebuah struktur gaya bahasa yang pasti. Sebagian besar kata-kata dalam bahasa gaul remaja merupakan terjemahan, singkatan, maupun pelesetan. Namun, terkadang diciptakan pula kata-kata aneh yang sulit dilacak asal mulanya.
Bahasa gaul remaja memiliki ciri khusus, singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang lebih pendek. Contohnya saja yang sering kita lihat bersama, di masyarakat lebih cepat mempelajari bahasa gaul daripada bahasa ibunya sendiri yaitu bahasa Indonesia.
Contoh bahasa gaul
GUE
Adalah bahasa “resmi” yang kini banyak digunakan oleh kebanyakan orang (terutama orang dari Suku Betawi) untuk menyebut “Saya/Aku”. Kata ini merupakan bahasa Betawi yang telah digunakan secara luas, jauh sebelum bahasa prokem dikenal orang.
LO / LU
Sama seperti “Gue” kata ini pun sudah digunakan digunakan oleh Suku Betawi sejak bertahun-tahun lalu dan menjadi kata untuk menyebut “Anda/Kamu”.
ALAY
 Singkatan dari “Anak Layangan”, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. “Alay” sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.
LOL
Kata ini belakangan ini sering dipakai, terutama dalam komunikasi chatting, baik di YM, FB, Twitter, atau pun komunitas yang lain. Kata itu merupakan singkatan dari Laugh Out Loud yang berarti “Tertawa Terbahak-bahak”.
LEBAY
Merupakan hiperbola dan singkatan dari kata “berlebihan”. GARING Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”. Karena seringnya digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun menjadi populer di beberapa kota besar.
SECARA
Kata ini sebenarnya adalah bahasa Indonesia, yang bermakna “Adalah”. Namun kata ini menjadi populer di tahun 2006an di kalangan siswa-siswi SMU yang menggunakan kata ini sebagai kata ganti “Karena/Soalnya”. Sesekali pula digunakan sebagai sisipan tanpa makna (hanya sebagai penekanan pada kalimat yang mereka katakan). Contoh pemakaiannya: Gua gak bisa ke rumah lo neh hari ini, secara bokap gue lagi sakit. Ya… gimana dong? Secara gue ini kan gaul…
KEPO kata ini singkatan dari Knowledge Everything Particular Object yang artinya selalu ingin tau.
            Benar sekali apa yang telah dipaparkan oleh Nina Nurhasanah yang tersebut di atas, mungkin pengaruh kuat terhadap perkembangan berbahasa Indonesia, umumnya dalam hal bertutur kata. Bahasa yang digunakan oleh remaja ini muncul dari kreativitas mengolah kata baku dalam bahasa Indonesia menjadi kata tidak baku dan cenderung tidak lazim. Jangankan remaja guru ataupun dosen sering sekali menggunakan bahasa gaul ini.
            Pemakaian bahasa gaul dapat terlihat di iklan televisi, lirik lagu remaja, novel remaja, jejaring sosial dan lain-lain. Inilah kenyataan bahwa tumbuhnya bahasa gaul ditengah keberadaan bahasa Indonesia tidak dapat dihindari, hal ini karena pengaruh perkembangan teknologi serta pemakaiannya oleh sebagian besar remaja sehingga cepat atau lambat bahasa Indonesia akan tergeser keberadaannya.
Dengan demikian masalah seperti itu harus kita basmi bersama dengan cara
menyadarkan masyarakat Indonesia terutama para penerus bangsa, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus diutamakan penggunaannya. Dengan demikian, mereka lebih mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar daripada bahasa gaul, menanamkan semangat persatuan dan kesatuan dalam diri generasi bangsa dan juga masyarakat luas untuk memperkukuh bangsa Indonesia dengan penggunaan bahasa Indonesia.
Sebagaimana yang kita ketahui, bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu yang dapat kita gunakan untuk merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan menanamkan semangat, masyarakat Indonesia akan lebih mengutamakan bahasa Indonesia daripada menggunakan bahasa gaul,  pemerintah Indonesia harus menekankan penggunaan bahasa Indonesia dalam film-film produksi Indonesia. Baik film layar lebar maupun sinetron. Dengan penggunaan bahasa Indonesia secara benar oleh para pelaku dalam film nasional yang diperankan aktor dan aktris idola masyarakat, masyarakat luas juga akan menggunakan bahasa Indonesia seperti para idola mereka.
Meningkatkan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dan di perguruan tinggi. Para siswa dan mahasiswa dapat diberikan tugas praktik berbahasa Indonesia dalam bentuk dialog dan monolog pada kegiatan bermain drama, dalam bentuk diskusi kelompok, penulisan artikel dan makalah dan juga dalam bentuk penulisan sastra seperti cerita pendek dan puisi. Dengan praktik-praktik berbahasa Indonesia dapat mengembangkan kreativitas berbahasa Indonesia mereka dan juga dapat membiasakan mereka berbahasa Indonesia secara baik dan benar.
Mungkin dengan cara-cara seperti itu  bisa mengatasi masalah-masalah di atas.  Nanti kalau saya menjadi seorang guru saya akan menerapkan semua siswa harus berbahasa Indonesia yang baik dan benar, itu untuk melatih kebiasaan dalam berbahasa Indonesia. Jika sering-sering dilakukan pasti penggunaan bahasa gaul itu sedikit demi sedikit akan hilang dan akan menumbuhkan rasa cinta masyarakat pada umumnya dan remaja pada khususnya pada bahasa Indonesia. Di dalam sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 dalam bait ke 3 di sebutkan bahwa “kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia” pastinya akan  berubah ke hal yang baik dan bangga pastinya berbahasa Indonesia.
DRAFTING (Mengumpulkan Konsep-Konsep)
Dalam pengumpulan konsep-konsep sebaiknya dibuktikan dengan bukti yang nyata bisa berupa buku-buku dan lainnya, agar data tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Dengan begitu saya menggunakan buku Abdul Chaer yang berjudul Linguistik umum dan buku Fonologi bahasa Indonesia. Buku-buku yang membahas mengenai ucapan-ucapan dalam bunyi-bunyi bahasa dan pemendekan kata.
REVISING (Merevisi / Meninjau Ulang)
Setelah dilihat dan di timbang dalam penulisan ini pasti ada kesalahan, entah itu di sengaja ataupun tidak maka dari itu sangat diperlukan kritik dan sarannya kepada para pembaca.
WORKING WITH IN THE PROCESS (Bekerja dalam Proses)
Setiap pekerjaan apapun pasti dilakukan dengan proses terlebih dahulu, tidak mungkin setiap pekerjaan itu berhasil tanpa adanya proses. Apalagi dalam hal menulis, itu sangat perlu proses yang luar biasa dengan cara berpikir memunculkan ide yang tidak biasa  dan diikuti dengan usaha yang dilakukan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar